Seni & Budaya

Menikmati Brondong Beras ala Sekaten

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00
Menikmati Brondong Beras ala Sekaten

Tak Sekaten namanya kalau tak ada ada warna-warni makanan khas yang mungkin hanya ada setahun sekali. Brondong dan arum manis adalah dua dari sekian banyak jajanan khas yang pasti ada di Pasar malam Perayaan Sekaten (PMPS).

Siapa sangka kalau jajanan ringan warna-warni ini harus didatangkan dari Madiun. Ya, jajanan yang akhir-akhir ini dikemas dalam berbagai macam bentuk kemasan ini memang khusus didatangkan Yayan Harmono dari Madiun setiap kali Sekaten digelar.

Yayan Harmoko, keturunan ketiga yang hingga kini masih meneruskan usaha keluarga untuk berjualan brondong nasi ini menyatakan sekelumit kisahnya dalam berdagang brondong.

"Pada awalnya dulu kakek saya berjualan brondong kira-kira tahun 1970-an. Kami selalu berjualan brondong atau yang kami sebut jipang setiap perayaan pasar malam sekaten di Yogyakarta," ujarnya di stand brondongnya di Sekaten, Alun-alun Utara Yogyakarta, Jumat (22/1).

Yayan menceritakan bahwa yang membedakan antara brondong beberapa waktu lalu dan brondong saat ini adalah cara mengemasnya. Jika pada awalnya brondong hanya dibungus plastik biasa tanpa kreasi, kini pengemasan brondong bisa dikreasikan menjadi berbagai macam bentuk.

"Brondong bisa dikemas dalam plastik memanjang seperti ular, setelah dimasukkan dalam bungkusan itu barulah dapat dibentuk menyerupai sepeda motor, pesawat dan becak. Harganya berkisar antara Rp 2 ribu hingga Rp 6 ribu per bungkusnya," katanya seraya mengataka bahwa kemasan kreasi bisa menarik penjual khususnya anak-anak.

Sementara itu mengenai proses pembuatan brondong, Yayan mengaku caranya memang relatif rumit dan memakan waktu. Pada awalnya, brondong nasi dioven dalam wajan panas dan diaduk-aduk agar panasnya merata. Cara memasaknya pun tidak sembarangan. Biasanya memasaknya per liter agar kematangannya juga merata. Setelah beras mengembang barulah dicampur gula dan pewarna khusus makanan.

"Kami menggunakan bahan yang dijamin aman berkualitas, baik beras, gula dan pewarnanya karena kami juga tak ingin mengecewakan pembeli," tegasnya meyakinkan.

Pada Sekaten kali ini, Yayan mengaku telah mempersiapkan segala sesuatunya sejak sebulan sebelum Sekaten digelar. Berondong sengaja sudah dikemas dari Madiun, untuk kemudian tinggal jadi, dibentuk dan dijual ketika sampai di Jogja.

Makanan berasa manis ini, menurut Yayan bisa bertahan hingga selama satu bulan. Pada waktu Sekaten, Yayan biasanya akan menambah persediaan bahan-bahan jika stock semakin menipis alias kelarisan.

Dalam sehari, rata-rata brondong-brondong yang terjual bisa mencapai 100 buah. Jumlah ini bahkan bisa meningkat pada akhir pekan atau bertepatan dengan liburan. Jika pada hari biasa tejual sekitar 100 buah, pada akhir pekan bisa mencapai 150 hingga 200 buah per hari.

Tak hanya diminati anak-anak, brondong juga menarik orang dewasa untuk sekadar mencicipinya atau hanya mengkoleksinya karena jajanan ini hanya ada di Sekaten yang digelar hanya sekali dalam setahun.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini