Seni & Budaya

Miyos Gongso Digelar

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00
Miyos Gongso Digelar

Tradisi Miyos Gongso yang digelar Jumat malam (19/2) dimulai dengan dikeluarkannya dua perangkat gamelan pusaka Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gamelan yakni Kanjeng Kyai Guntur Madu dan Kanjeng Kyai Nogo Wilogo dari Keraton Yogyakarta untuk diserahkan kepada Pemkot Yogyakarta.

Gamelan dikeluarkan dari Bangsal Ksatrian menuju Bangsal Ponciniti oleh 32 orang Abdi Dalem Konco Hinggil Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Wahana Satria Kriya sebanyak 30 orang.

Prosesi selanjutnya akan diserahkan Abdi Dalem Keraton kepada Pemerintah Kota Yogayakarta untuk dijaga keamanannya hingga prosesi Miyos Gongso Berakhir.

Menurut Abdi Dalem Konco Hinggil KHP Kridomardomo, Mas Riyo Hasnorodipuro yang ditugaskan untuk menata gamelan, Kanjeng Kyai Guntur Madu ditempatkan di sisi sebelah Barat dan Kanjeng Kyai Nogo Wilogo ditempatkan diisisi sebelah Timur.

Dahulu sebelum gempa kedua gamelan pusaka ini memang ditempatkan di Bangsal Trajumas, namun setelah itu berdasarkan perintah Sri Sultan Hamengku Buwono X lalu ditempatkan sementara di Bangsal Ponconiti.

Kedua gamelan ini tidaklah komplit seperti gamelan pada umumnya karena minus Genther dan Slenter, kedua gamelan hanya terdiri, Bedug, Gong, Bonang, Saron, dan Kempyang khusus untuk Sekaten.

Untuk prosesi penyerahan dilakukan oleh Abdi Dalem Keprajan Keprajan Keraton Ngayogyokarto Hadingrat, Dr. KRT Waseso Winoto kepada utusan Walikota Kota Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Yogyakarta, Drs. KRT H Purwotodipuro dengan penandatangan surat kekuasaan untuk menjaga keamanan kedua gamelan pusaka tersebut.

Kabag Tata Pemkot Yogyakarta, Drs KRT H Purwotodipuro mengatakan untuk selanjutnya kedua gamelan pusaka ini setelah diserah terimakan dari Kerato kepada Pemkot akan menjadi tanggungjawab sepenuhnya Pemkot untuk menjaga keamanannya.

"Kami akan menjaga kedua gamelan ini nantinya yang akan diboyong menuju Masjid Gede Kauman. Nantinya, Kanjeng Kyai Guntur Madu ditempatkan di Pananggap sisi timur sedangkan Kanjeng Kyai Nogo Wilogo ditempatkan di Pananggap sisi barat.

Setelah masuk ke halaman Masjid Agung Yogyakarta, dua perangkat gamelan tersebut akan dibunyikan selama tujuh hari berturut-turut secara bergantian dari 5 Maulud sampai 12 Maulud tahun1943 H," papar KRT. Purwotodipuro.

Usai priosesi serah terima ini, nantinya kedua gamelan akan ditabuh puku 19.00 sampai 23.00 WIB hingga akhirnya nanti dibawa ke Masjid  Gede Kauman. 

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini