Korupsi di Mata Bibit Samad Riyanto

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00
Korupsi di Mata Bibit Samad Riyanto

Bagi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto, perilaku korupsi telah diwarisi bangsa Indonesia sejak lama. Praktik korupsi sendiri sangat dekat dengan dunia politik, ekonomi dan hukum.

Hal tersebut dinyatakannya dalam orasi budaya "State Apparatus dan Good Government Membangun Peradaban dari Aparat" di Ruang Kepodang, Taman Komunikasi Kanisius, Yogyakarta, Selasa (9/3).

"Ketiga komunitas yaitu politik, ekonomi dan hukum adalah dunia yang paling riskan dengan praktik korupsi, terlebih jika didukung dengan adanya niat, kemampuan, peluang dan sasaran yang tepat yang mampu memicu terjadinya korupsi," ujarnya.

Menurutnya, korupsi tidak bisa hanya ditangani dengan penangkapan saja, melainkan juga dengan melakukan pencegahan agar tidak terjadi praktik korupsi. Jagi kesimpulannya, korupsi sudah mewabah ke mana-mana, karena sulit dihapus.

"Kita harus menangani korupsi itu sebagai suatu kejahatan. Karen asaat ini ada menganggapnya sudah menjadi suatu kebiasaan atau malah hanya mis-manajemen," kata mantan Kapolda Kalimantan Timur di penghujung tahun 1990-an itu.

Bagaimanapun itu, jenderal purnawirawan polisi berpangkat terakhir Irjen tersebut dengan tegas menyatakan bahwa Korupsi itu adalah kejahatan extra ordinary yang harus diperangi dengan landasan budaya organisasi, nilai inti (Pancasila dan UUD 1945), penghubung dan ruang (kedisplinan atau artifak).

Lebih lanjut, Bibit yang juga sempat mengajar sebagai dosen di sebuah universitas swasta di Jakarta tersebut menilai korupsi di Indonesia memang telah ada sejak lama. Tak hanya sejak Orde Lama, bangsa Indonesia bahkan mewarisi pemerintahan korup yang diselenggarakan oleh VOC Belanda.

Bibit menyayangkan pembaratasan korupsi yang hingga sampai saat ini cenderung menemui sejumlah kendala khususnya menyangkut masalah dasar hukum terutama penyadapan.

Untuk itu Bibit mengharapkan agar seluruh pihak baik pemerintah, aparat hukum dan masyarakat mampu menciptakan dan membongkar akar permasalahan dan solusi dari korupsi bisa diibaratkan seperti gunung es.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini