
AR Baswedan Merupakan tokoh yang berpengaruh pada masa Kabinet Sjahrir. Beliau merupakan Menteri Muda Penerangan RI pada kabinet tersebut. Kiprahnya didunia politik terbukti telah membawa perubahan Bangsa Indonesia dalam usahanya melakukan diplomasi untuk mendapatkan pengakuan de jure dan de facto bagi eksistensi Republik Indonesia yaitu dari Mesir pada masa itu.
Sebagai seseorang yang memiliki keturunan Arab, sosok laki-laki yang lahir di di Kampung Ampel, Surabaya pada tanggal 9 September 1908 itu telah menjunjung tinggi asas ius soli yaitu sebuah hak warga negara dimana ia lahir, disitu pula ia merupakan bagian dari tanah kelahiran itu. A.R Baswedan dikatakan oleh Djoko Suryo merupakan tokoh pejuang integrasi kebangsaan dan keindonesian. Hal ini dibuktikan pada 4 Oktober 1934 dimana beliau mengumpulkan para peranakan Arab di Semarang.
Kala itu dicetuskanlah Sumpah Pemuda Keturunan Arab yang menyatakan Indonesia sebagai tanah air dan akan berjuang untuk mendukung tercapainya kemerdekaan Indonesia. Dalam seminar A.R Baswedan: Sejarah dan Peranannya dalam Merajut Ke-Indonesiaan di UC. UGM yogyakarta pada Rabu (6/04) dihadiri pula oleh sang cucu Anies Baswedan. Ia mengucapkan terimakasih dan sangat apresiatif terhadap kegiatan ini.
Anies menceritakan pengalamannya selama hidup bersama sang kakek. saat AR Baswedan pensiun, beliau memutuskan untuk tinggal di Yogyakarta. Saat itu tiba-tiba beliau diundang oleh Wakil Presiden Adam Malik untuk bertemu di Gedung Agung Yogyakarta. Anies mengendarai motor untuk mengantarkan sang kakek ke Gedung Agung. Saat akan pulang, Adam Malik meminta petugas dari istana untuk menyingkirkan mobil RI 2, namun ternyata beliau hanya jalan kaki saja. Hal seperti inilah yang membuat Adam Malik kagum dan sekaligus trenyuh. Kesederhanaan beliau masih tetap ada hingga akhir hayatnya.
Menurut Anies Baswedan, Almarhum kakeknya sering malakukan dialog dengan generasi muda saat itu, seperti Anhar Gonggong, Lukman Hakiem, Emha Ainun Nadjib, dan lain-lain. Hal semacam inilah merupakan metode untuk lebih dekat dan berkomunikasi dengan anak muda. Namun pemimpin saat ini, sangat kurang berkomunikasi dengan generasi muda.



Kirim Komentar