Bentuk-bentuk kekerasan yang dilakukan pelajar saat ini sering menjadi tontonan memalukan didunia maya. Saat terjadi tawuran
misalnya, dengan sengaja maupun tidak, kadang aksi kekerasan tersebut sering diunggang pada situs yang memberikan fasilitas up load video.
Hal ini menjadi perhatian Rektor Universitas Paramadina, Anies Rasyid Baswedan saat berada di Yogyakarta dalam rangka
Mengenang 25 Tahun Wafatnya AR Baswedan. Kekerasan dalam dunia pendidikan hendaknya mendapatkan perhatian serius semua pihak.
Tidak hanya guru, melainkan orang tua juga harus memberikan edukasi saat berada dirumah kepada putra-putrinya.
Menurut pria alumnus Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM itu mengatakan bahwa saat terjadi kekerasan di sekolah, hendaknya
sekolah jangan menutup-nutupi tindakan itu. Bila terjadi kekerasan maka harus diberlakukan hukuman. Hal semacam ini akan
menimbulkan efek jera pada pelakunya. Saat ini pelajar hanya memiliki tangan dan kaki untuk melakukan empowermentnya,
namun saat ia mempunyai kekuasaan maka wewenangnya itu yang bisa ia gunakan untuk kepentingan pribadi.
Pendidikan karakter juga menjadi tanggung jawab antara sekolah dan orang tua. Integritas berawal dari rumah sehingga
penerapannya bukan melalui kurikulum melainkan melalui contoh. Orang tua memiliki kontribusi dalam membentuk pendidikan
karakter. Sehingga, saat di sekolah ia akan mencontoh guru dan saat di rumah ia akan mencontoh orang tuanya. Dua-duanya
memiliki tanggung jawab yang besar dalam membentuk pendidikan karakter anak.
Anies menambahkan bahwa siswa yang sering tawuran setidaknya bisa dialihkan energinya dengan melihat potensi yang ada.
penyaluran energi kearah positif akan membantu apa yang dimiliki siswa tersebut. "Silakan berdebat sengit. Tapi siapapun yang
memukul harus dihukum. Yang membalas memukul juga harus dihukum," katanya.
Mengenai video yang di up load, menurutnya hal semacam itu tidak bisa dicegah. Yang kemudian harus dilakukan pencegahannya adalah aksi tawuran tersebut. "Harus ada zero tolerance terhadap violence. Pemberian hukuman itu untuk koreksi," ucap Anies saat mengakhiri obrolan dengan Tim Gudegnet.



Kirim Komentar