Berita

4 Kali Letupan Sejak Senin, Status Merapi Naik Menjadi Waspada

Oleh : Trida Ch Dachriza / Selasa, 22 Mei 2018 04:48
4 Kali Letupan Sejak Senin, Status Merapi Naik Menjadi Waspada

Gudegnet- Buntut dari rentetan letupan freatik gunung Merapi yang dimulai dari Senin (21/5) dini hari kemarin, BPPTKG menaikkan status Gunung Merapi dari 'Normal' ke 'Waspada' Senin (21/5) pukul 23.00 WIB.

Senin (21/5) Pukul 01.25 WIB, letupan freatik pertama terjadi dengan durasi 19 menit, dan ketinggian kolom 700 m. Letupan kedua terjadi pukul 09.38 WIB dengan durasi 6 menit, dan ketinggian kolom 1200 m. Letupan ketiga terjadi pukul 17.50 dengan durasi 3 menit, ketinggian erupsi tidak teramati.

Berdasarkan lansiran BPPTKG, dalam minggu ini terjadi satu kali gempa vulkanik, 12 kali gempa multiphase, 1 kali gempa tremor, 12 kali gempa guguran, 3 kali gempa letusan, dan 5 kali gempa tektonik. 

Pada tanggal 21 Mei tercata 1 kali gempa vulkanik, 1 kali gempa tremor, 2 kali gempa guguran, 3 kali gempa letusan, dan 3 kali gempa tektonik. Amplitudo gempa rata-rata 5-10 mm.

Semua kegiatan pendakian di Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana. Radius 3 km sudah disteril dari aktivitas penduduk.

Pada tanggal 22 Mei pukul 01.47 terjadi erupsi susulan yang berlangsung selama 3 menit, dengan ketinggian kolom 3.500 m ke arah barat, diamati dari pos Babadan. Amplitudo seismik terukur 40 mm.

Pukul 02.03-02.09 WIB warga Srunen, Turgo, dan di sekitar Pos Aju SAR DIY melakukan evakuasi mandiri ke Balai Desa Umbulharjo. Pukul 02.16 WIB Dusun Kalitengah Lor terpantau hujan abu. 

Pada pukul 02.27 WIB hujan abu dan pasir terjadi di Dusun Tritis, lansia dan balita di tempatkan di SD Tritis. Armada evakuasi dari posko Utama Pakem sebanyak 8 armada sudah bergerak pada pukul 02.41 WIB. Dua armada TRC BPBD DIY dan MDMC menuju Kalitengah Lor dan Umbulharjo.

Pudalops BPBD DIY menghimbau, "Masyarakat jangan panik, patuhi instruksi petugas lapangan, antisipasi hujan abu di sekitar lereng Merapi dengan menggunakan masker, dan menutup sumber air, cermati info dari sumber terpercaya."

Status gunung api di Indonesia dibagi menjadi empat; Normal (Level I), Waspada (Level II), Siaga (Level III), dan Awas (Level IV). 

Pada status 'normal', aktivitas gunung api tidak menunjukkan gejala vulkanik, kegempaan, atau aktivitas tidak biasa lainnya. Pada status 'waspada', berdasarkan pengamatan visual, pemeriksaan kawah, dan kegempaan, terjadi abnormalitas dari aktivitas biasanya. Pada status 'siaga', berdasarkan pengamatan kegiatan abnormal gunung api nampak semakin nyata. Berdasarkan analisis, abnormalitas ini cenderung diikuti oleh letusan. Dan terakhir, pada status 'awas', kondisi gunung api siap meletus. Sebelum letusan utama akan ada letusan awal berupa muntahan abu dan asap.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini