Gudeg.net - Dilansir oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Rabu (23/5) pukul 14.10 WIB, terjadi letusan di Merapi pukul 13.49 WIB dengan durasi 2 menit. Keadaan ini diamati dari Pos Babadan. Ketinggian kolom letusan tidak teramati karena semua Pos PGM tertutup kabut.
Sampai saat ini status Gunung Merapi masih dinyatakan Waspada. Pada pukul 14.05-14.40 WIB hujan intensitas ringan, tercatat 9mm, mulai turun. Kadang disertai angin ke arah barat. Kondisi visual masih berkabut.
Sebelumnya pukul 03.31 WIB, terjadi letusan dengan durasi 4 menit, ketinggian kolom 2.000 m diamati dari PGM Jrakah dan PGM Kaliurang arah baratdaya.
"Masyarakat tidak usah panik, kami memantau 24 jam. Informasi terbuka untuk masyarakat melalui website dan sosial media," ujar Hanik Humaida, Kepala BPPTKG Yogyakarta melalui lansiran video pers.
"Tadi pagi ada gempa vulkanik, dan ada tremor. Ini menunjukkan ada aktivitas dari dalam," lanjutnya.
Seperti diketahui, Gunung Merapi telah mengeluarkan letupan freatik sejak Jumat, 11 Mei lalu. Hingga saat ini letupan-letupan yang disertai hujan abu, dan terkadang pasir masih terjadi. Sejak Senin (21/5) dini hari, Gunung Merapi telah mengeluarkan letupan-letupan yang mengakibatkan perubahan status Merapi dari 'Normal' menjadi 'Waspada'.
Status gunung api di Indonesia dibagi menjadi empat; Normal (Level I), Waspada (Level II), Siaga (Level III), dan Awas (Level IV).
Pada status 'normal', aktivitas gunung api tidak menunjukkan gejala vulkanik, kegempaan, atau aktivitas tidak biasa lainnya. Pada status 'waspada', berdasarkan pengamatan visual, pemeriksaan kawah, dan kegempaan, terjadi abnormalitas dari aktivitas biasanya. Pada status 'siaga', berdasarkan pengamatan kegiatan abnormal gunung api nampak semakin nyata. Berdasarkan analisis, abnormalitas ini cenderung diikuti oleh letusan. Dan terakhir, pada status 'awas', kondisi gunung api siap meletus. Sebelum letusan utama akan ada letusan awal berupa muntahan abu dan asap.




Kirim Komentar